Program #ScamReadyASEAN Kini Hadir untuk Lawan Penipuan Digital!
Di balik kemudahan yang dihadirkan teknologi digital, ada bayang-bayang risiko yang tumbuh diam-diam. Penipuan online, atau yang lazim disebut scam, kini bertransformasi menjadi kejahatan yang jauh lebih licin dari sekadar pesan spam yang mudah diabaikan. Ia hadir sebagai skema yang dirancang matang, memanfaatkan kepercayaan, kelengahan, hingga rasa ingin tahu korban.
Penipuan ini menyusup lewat celah kerentanan yang berbeda pada tiap lapisan masyarakat. Anak-anak dan pelajar cenderung rentan terjebak modus yang memanfaatkan rasa penasaran mereka. Orang tua dan kelompok usia produktif, di sisi lain, kerap menjadi sasaran modus yang lebih kompleks. Sementara itu, kelompok lanjut usia kerap menjadi korban paling rentan, sebagai akibat dari keterbatasan literasi digital yang membuat mereka lebih mudah percaya pada modus yang tampak meyakinkan.
Skala persoalan ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Berdasarkan data dari The ASEAN Foundation, kawasan Asia Tenggara mencatat kerugian finansial hingga USD 23,6 miliar akibat penipuan dan kejahatan siber pada kurun waktu 2024. Angka ini menggambarkan betapa masifnya dampak yang ditimbulkan modus-modus tipu daya digital. Yang lebih mengkhawatirkan, kejahatan ini terus bermetamorfosis seiring waktu, mulai dari modus sederhana, hingga yang lebih canggih.
Ironisnya, tingginya angka kerugian ini tidak berbanding lurus dengan rendahnya kesadaran masyarakat. Laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA) 2025 justru menunjukkan hal sebaliknya. Sebanyak 86% masyarakat Indonesia merasa mampu mengenali modus scam, namun 35% di antaranya masih menjadi korban penipuan. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa sekadar merasa tahu ternyata tidak cukup untuk benar-benar terhindar dari penipuan. Masyarakat juga perlu dilatih agar mampu merespons dengan tepat saat modus tersebut benar-benar mereka hadapi.

Onboarding Program AI Ready ASEAN dan Scam Ready ASEAN di Provinsi Sumatera Barat, 3 September 2026
Sebagai tindak lanjut dari persoalan tersebut, ASEAN Foundation, dengan dukungan Google.org, meluncurkan sebuah inisiatif bertajuk Scam Ready ASEAN. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat melindungi diri dan sesama dari penipuan, melalui peningkatan kesadaran, kepercayaan diri dalam berdigital, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai modus tipu daya online.
Di Indonesia, ASEAN Foundation menggandeng Ruangguru sebagai mitra untuk menerjemahkan program regional ini menjadi langkah edukasi yang lebih konkret dan menyentuh masyarakat secara langsung, sehingga kesadaran terhadap scam dapat benar-benar diterapkan dalam keseharian digital masyarakat Indonesia.
Langkah awal telah diambil melalui rangkaian kegiatan Onboarding Program AI Ready ASEAN dan Scam Ready ASEAN di Provinsi Sumatera Barat yang bertempat di Auditorium Universitas Padang, Kota Padang, Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenali berbagai tanda scam melalui aktivitas interaktif berupa Be Scam Ready game sebagai simulasi dalam menghadapi modus penipuan di dunia nyata.
Kini saatnya masyarakat tidak sekedar menjadi penonton di tengah maraknya kasus penipuan digital. Momentum ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam upaya melawan scam. Dengan begitu, semangat #ScamReady tidak berhenti sebagai sebuah program, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat bagi setiap individu.
Jangan menunggu sampai jadi korban untuk mulai waspada. Yuk, asah kepekaanmu terhadap modus scam lewat game edukatif “Be Scam Ready”. Mainkan sekarang secara gratis di https://bit.ly/BSR_PlayWithRuangGuru, dan ajak juga keluarga atau teman terdekatmu untuk ikut lebih siap menghadapi penipuan digital.
Selama teknologi terus berkembang, modus penipuan pun akan terus mencari celah baru. Namun dengan kesadaran yang terus diperkuat, masyarakat memiliki bekal yang lebih kuat untuk tidak mudah menjadi korban berikutnya.



