Impact Talks – November: Menjaga Persatuan Indonesia sebagai Pemuda di era Digital

 

Impact Talks - 4 November

Webinar Impact Talks: Menjaga Persatuan Indonesia sebagai Pemuda di Era Digital

Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, pada november 2022 Impact Talks kembali diselenggarakan dengan topik “Menjaga Persatuan Indonesia sebagai Pemuda di Era Digital”. Kedua hari bersejarah tersebut merupakan perwujudan dari seruan untuk bangsa Indonesia agar bersatu sebagai kesatuan yang utuh. Setelah hampir puluhan tahun memperingati hari bersejarah tersebut, aksi heroik pemuda di era sekarang tidak lagi dimaknai dalam bentuk ajakan bertarung dalam medan perang, melainkan bertarung di medan perang “digital”. Simak bagaimana kita bisa menjaga persatuan sebagai pemuda di era digital bersama dengan Wakil Ketua Siberkreasi, Anita Wahid; Senior Manager K12 Product Ruangguru dan Host Podcast Asumsi Bersuara, Nathaniel Rayestu Abdulrachman; Community Engagement Coordinator Indorelawan, Shendy Ristandi dan dipandu oleh Presiden Young on Top (YOT) Bogor Batch 5, Reizaldy Muhamad Ramadhan.

Esensi dan Realita Sumpah Pemuda

Menurut Anita Wahid, esensi utama dari isi sumpah pemuda adalah persamaan diatas perbedaan. Perbedaan yang dimaksudkan adalah ragamnya suku, warna kulit, bahasa, letak geografis dan lainnya. Meski adanya perbedaan, masyarakat Indonesia hidup saling berdampingan sehingga memiliki tatanan hidup yang plural atau beragam. Hal tersebut juga menjelaskan tentang persamaan bagi masyarakat Indonesia, yaitu hidup sebagai bangsa dengan berbagai keragaman.

Anita Wahid melanjutkan, “Sebenarnya kita memiliki tantangan terhadap keberagaman ini, yaitu intoleransi dan diskriminasi yang dapat terjadi terhadap siapapun dan atas dasar apapun. Misalnya, atas dasar atribut keagamaan, kesukuan, gender, status sosial dan lainnya. Termasuk juga pada persatuan yang menghadapi tantangan polarisasi atau kondisi masyarakat yang terpecah dalam dua kubu akibat dari dorongan perbedaan ideologi atau pandangan politik yang saling bertentangan.”

Di era digital saat ini, persatuan dan pluralisme di masyarakat Indonesia justru harus menghadapi ancaman besar kejahatan digital yang terjadi di realita kehidupan, salah satunya adalah ancaman  Hoax. 

“Hoax bukan hanya sekedar informasi benar atau salah, tapi hoax adalah senjata mematikan yang sengaja dimainkan saat kontestasi politik, atau kontestasi ideologi, atau juga konflik dengan cara memanipulasi perasaan, cara berpikir, dan tindakan tertentu guna memecah belah persatuan.” lanjut Anita Wahid. 

Menurutnya, hal tersebut mudah dan marak terjadi di Indonesia dikarenakan rendahnya dan tidak meratanya kemampuan literasi digital pada masyarakat Indonesia. Oleh karenanya melalui Siberkreasi, mereka melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi digital dengan mengutamakan pada 4 dasar pilar utama yang wajib dipelajari yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Ethics, dan Digital Safety

Beliau juga menyampaikan sebuah konsep menarik dari rekannya, Dr. Yuhyun Park, tentang cara menguasai diri dalam dunia teknologi digital. Konsep ini ditujukan bagi seluruh netizen di dunia agar saat menggunakan internet dan teknologi dapat menerapkan konsep hormat (respect) terhadap 8 hal yaitu diri sendiri, ilmu pengetahuan, reputasi & hubungan, kehidupan, martabat kemanusiaan,  properti & kepemilikan, waktu & lingkungan, dan orang lain atau sesama. Ketika individu mampu menerapkan konsep ini, maka mereka sudah membangun pondasi fundamental untuk mampu mendapatkan kemampuan intelegensi dalam dunia Artificial Intelligence, seperti Digital Emotional Intelligence, Digital Rights, Digital Safety dan berbagai jenis intelegensi lainnya. Dengan adanya implementasi ini pada setiap individu maka kita dapat menjadi warga digital yang mampu menggunakan internet secara bijaksana, bertanggung jawab, dan tidak mudah dimanipulasi oleh berbagai ancaman hoax dan propaganda sehingga keutuhan persatuan kita bersama bisa terus terjaga. 

Peran Pemuda dalam Mewujudkan Makna Hari Sumpah Pemuda

Nathaniel Rayestu Abdulrachman menjelaskan bahwa memahami sejarah peristiwa Sumpah Pemuda akan membantu untuk memberikan pemahaman makna mengapa hari bersejarah tersebut memiliki arti begitu signifikan dan penting bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya ketika menilik sejarah perjuangan kemerdekaan oleh para pahlawan Indonesia diawal abad 20, seluruh perjuangan dilakukan dengan tujuan untuk bisa mempertahankan daerah mereka masing-masing. Ketika kemudian digelarnya Kongres Pemuda Indonesia kedua tahun 1928, muncul sebuah urgensi pada pemuda agar bisa memiliki kekuatan besar agar bisa memerdekakan diri sebagai bangsa yang besar. Oleh karenanya, hal tersebut membutuhkan persatuan dan kesatuan yang utuh dari segenap bangsa.

Bagi Nathaniel, “Makna sumpah pemuda yang bisa ditarik dari peristiwa sejarah adalah mengesampingkan kepentingan-kepentingan kelompok untuk kepentingan bersama yang lebih besar, kepentingan nasional, dan kepentingan bangsa indonesia.” 

Sebagai salah satu pemuda Indonesia, Nathaniel berbagi kisahnya dalam mewujudkan makna sumpah pemuda di era digital melalui pembuatan konten podcast miliknya, Asumsi Bersuara. Berbekal 4 tahun pengalamannya membangun podcast tersebut, ia menemukan beberapa hal unik tentang persatuan dan keberagaman di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah bahwa perbedaan itu akan selalu ada, meskipun peristiwa Hari Sumpah Pemuda mendeklarasikan kesatuan, tidak bisa dipungkiri perbedaan akan selalu ada baik dalam bentuk ideologi, agama, cara pandang politik, dan lainnya. Oleh karenanya perbedaan pendapat dan pandangan tidak harus selalu dipersatukan, yang maksudnya adalah penting untuk bisa memahami pendapat dari berbagai perspektif atau sisi lain. Tujuannya adalah agar bisa memberikan pengetahuan yang dapat memperluas wawasan publik. Efek dari hal tersebut akan membentuk masyarakat yang well-informed dan akan berdampak pada terbentuknya kepercayaan masyarakat pada pemerintah, sehingga implementasi demokrasi bagi masyarakat Indonesia dapat terwujud secara utuh. 

Refleksi Kontribusi Gerakan Pemuda untuk Indonesia

Shendy Ristandi yang merupakan Community Engagement Coordinator Indorelawan, berbagi pengalamannya tentang peran pemuda yang berkontribusi dalam membantu masyarakat Indonesia saat menghadapi krisis Covid-19 pada tahun 2021 lalu. Saat situasi mencekam dengan informasi hoax yang bertebaran dimana-mana dan ditambah ketidakpastian akan informasi tentang fasilitas kesehatan yang dibutuhkan saat itu, membuat Shendy dan beberapa komunitas lainnya tergerak melakukan sebuah gerakan yang mereka sebut sebagai Warga Bantu Warga. Gerakan ini melibatkan hampir 3.500 relawan tersebar di seluruh Indonesia dengan tujuan bersama-sama bersatu memberikan jasa pelayanan pemberian informasi terakurat mengenai ketersediaan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia melalui website sebagai media informasinya. Hal yang dilakukan oleh segenap pemuda saat itu merupakan perwujudan dari apa yang menjadi tujuan utama dideklarasikannya Sumpah Pemuda. 

“Apa yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu bersama Warga Bantu Warga merupakan gerakan kepemudaan yang dari dulu sudah kita rasakan. Saat Hari Sumpah Pemuda, Bapak Sugondo Djojopuspito, WR Soepratman, dan segenap tim lainnya juga menginisiasikan sebuah gerakan masyarakat yang sangat powerful hingga membentuk identitas bangsa kita sampai sekarang.” jelas Shendy

Jika direfleksikan dalam kehidupan, bagi Shendy dan komunitasnya, Sumpah Pemuda adalah Gotong Royong yang merupakan DNA atau identitas sejati dari bangsa Indonesia. Berbagai aktivitas gerakan kepemudaan yang dilakukan dari dulu hingga sekarang juga merupakan perwujudan dari masyarakat yang berdaya. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang berdaulat dan mampu menciptakan inisiatif untuk saling membantu masyarakat lainnya tanpa harus bergantung pada pemerintah, perusahaan, atau institusi lainya. Oleh karenanya sebagai refleksi esensial dari Sumpah Pemuda, Shendy mengajak kepada seluruh pemuda Indonesia di era digital sekarang agar kembali memegang dan menerapkan prinsip gotong royong dan menjadikannya sebagai gaya hidup anak muda. 

Tentang Impact Talks 

Impact Talks merupakan kegiatan Webinar rutin yang diadakan oleh Ruangguru dalam memberikan wawasan baru dalam dunia pendidikan yang merangkum berbagai topik yang sedang hangat dibicarakan oleh publik, terutama bagi pelaku pendidikan. Silahkan ikuti instagram @ruangpeduli_org untuk informasi webinar berikutnya dan rekaman webinar Impact Talks terbaru dapat langsung ditonton melalui link berikut ini https://bit.ly/ImpactTalksNovember

Rananggana Rayidhea